Buol, Kasekabar.com — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Madrasah bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi, sinergi, dan kualitas pengelolaan pendidikan madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Buol (1/9).
Rakor tersebut turut dihadiri oleh Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah, para Pengawas Pembina Madrasah, serta para Kepala Madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol.
Kegiatan ini memiliki suasana tersendiri karena menjadi salah satu rakor terakhir bagi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah sebelum memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kementerian Agama.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol Taufik Abd. Azis, S.Ag. dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan rakor yang menjadi ruang penting untuk menyatukan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam pengelolaan madrasah.
Menurutnya, madrasah tidak hanya dituntut untuk melaksanakan proses pembelajaran, tetapi juga harus mampu membangun tata kelola kelembagaan yang baik, profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
“Pengelolaan madrasah harus dilakukan secara bersama-sama. Kepala madrasah, pengawas, dan seluruh unsur terkait memiliki peran strategis dalam memastikan madrasah terus berkembang dan memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik kepada peserta didik,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kepala madrasah untuk terus meningkatkan kemampuan manajerial, melakukan perencanaan yang matang, membangun komunikasi yang baik dengan guru dan tenaga kependidikan, serta memastikan setiap program madrasah berjalan sesuai ketentuan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu.
Kepala Kantor juga mengingatkan agar pengelolaan madrasah tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi harus mampu melahirkan inovasi dan budaya kerja yang mendorong peningkatan prestasi peserta didik.
“Madrasah harus dikelola dengan hati, tetapi tetap berdasarkan regulasi. Administrasi harus tertib, program harus terencana, anggaran harus dikelola secara bertanggung jawab, dan yang paling utama adalah bagaimana seluruh kebijakan tersebut bermuara pada peningkatan kualitas layanan pendidikan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol juga memberikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah bapak Mashuri M. Pake, S.Pd., M.Pd. yang selama menjalankan tugas telah memberikan kontribusi bagi perkembangan madrasah di Kabupaten Buol.
Momentum rakor terakhir menjelang purna tugas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi serta meninggalkan pesan dan semangat bagi seluruh insan madrasah untuk terus melanjutkan pengabdian.
Sementara itu, Ketua Pokjawas Madrasah Hi. Ruhuddin, S.Pd. dan para Pengawas Pembina Madrasah turut memberikan penguatan terkait pelaksanaan pembinaan dan pengawasan madrasah. Sinergi antara pengawas dan kepala madrasah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program peningkatan mutu dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Rakor berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain membahas berbagai agenda strategis terkait pengelolaan madrasah, kegiatan tersebut juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan pengabdian serta memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan madrasah di Kabupaten Buol.
Salah satu Kepala Madrasah, Gazali Mangge, S.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan rapat koordinasi tersebut memberikan manfaat penting bagi para kepala madrasah, khususnya dalam menyamakan persepsi terhadap berbagai kebijakan dan program Kementerian Agama di bidang pendidikan madrasah.
Menurutnya, rakor menjadi momentum bagi kepala madrasah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah strategis untuk menghadapi berbagai tantangan pengelolaan madrasah ke depan.
“Rakor seperti ini sangat penting bagi kami para kepala madrasah. Selain mendapatkan arahan dan penguatan dari pimpinan, kami juga dapat berdiskusi, bertukar pengalaman, serta menyampaikan berbagai kondisi dan kebutuhan yang ada di madrasah masing-masing,” ujar Gazali Mangge, S.Pd.

Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan madrasah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, pengawas pembina, Pokjawas, serta Kantor Kementerian Agama sebagai pembina dan pengarah kebijakan.
“Harapan kami, hasil rakor ini dapat ditindaklanjuti di masing-masing madrasah. Apa yang menjadi penguatan dan arahan dari Kepala Kantor maupun para pengawas dapat menjadi bahan bagi kami untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” tambahnya.
Gazali juga memberikan apresiasi terhadap Kepala Seksi Pendidikan Madrasah yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam koordinasi dan pembinaan madrasah di Kabupaten Buol. Menurutnya, masa purna tugas bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan bagian dari perjalanan panjang yang telah meninggalkan pengalaman, keteladanan, dan kontribusi bagi kemajuan madrasah.
Ia berharap semangat kebersamaan dan koordinasi yang telah terbangun selama ini dapat terus dipertahankan oleh seluruh kepala madrasah dan jajaran terkait.

“Yang paling penting adalah bagaimana semangat pengabdian dan kerja sama ini terus kita lanjutkan. Madrasah harus tetap bergerak maju, beradaptasi dengan perubahan, dan memberikan pendidikan terbaik bagi generasi penerus,” tutupnya.






