BUOL, Kasekabar.com — Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil dan Konservasi Sumber Daya Alam (LPMS-KSDA) menggelar peringatan Hari Tani Nasional melalui kegiatan “Ruang Cerita Petani: Dialog Para Pihak dan Pameran Foto Wajah Petani”
Kegiatan tersebut berlangsung pada 30 September 2026 di Gedung BPU Desa Lamadong II, Kabupaten Buol, dengan mengangkat tema “Menegakkan Keadilan Ekologis dan Kedaulatan Petani atas Tanah, Pangan dan Ruang Hidup di Kabupaten Buol.”

KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
Forum tersebut menjadi ruang bagi petani dan warga untuk menyampaikan berbagai keresahan yang mereka hadapi berkaitan dengan pertanian, pemanfaatan lahan, serta ruang kelola masyarakat.
Salah seorang warga yang hadir mempertanyakan kebijakan pemanfaatan lahan pertanian yang dinilainya tidak sejalan dengan program pencetakan sawah.
“Saya heran, ada program percetakan sawah, tapi sawah yang sudah ada malahan ditanami sawit,” ujarnya.

Selain persoalan pemanfaatan lahan, warga lainnya mempertanyakan solusi konkret yang dapat diperoleh dari forum tersebut serta tindak lanjut terhadap persoalan yang disampaikan dalam dialog.
Dari kegiatan tersebut, LPMS-KSDA merumuskan sejumlah arah tindak lanjut. Salah satunya memperkuat komunikasi dengan petani sebagai dasar untuk memahami persoalan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Persoalan agraria dan ruang kelola masyarakat juga dinilai perlu dipetakan, mencakup lahan pertanian, kawasan hutan yang dikelola masyarakat, sertifikasi, pupuk, infrastruktur, hingga sarana produksi pertanian.

Forum tersebut turut mendorong keselarasan fungsi dan pemanfaatan lahan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat. Kejelasan tapal batas desa juga menjadi salah satu perhatian untuk memberikan kepastian ruang sekaligus mengurangi potensi konflik.
Selain itu, LPMS-KSDA mendorong pembangunan data dan dokumentasi mengenai persoalan petani sebagai dasar pendampingan dan advokasi.
Komunikasi serta kolaborasi antara petani, pemerintah, LPMS-KSDA, dan para pihak terkait juga direkomendasikan untuk diperkuat dalam mencari penyelesaian atas berbagai persoalan yang muncul.

Tindak lanjut terhadap setiap persoalan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan karakter masalah, kebutuhan masyarakat, serta kewenangan masing-masing pihak.
Arpan S. Panambang, Direktur LPMS-KSDA memberikan catatan bahwa forum tersebut bukan ruang untuk mengambil keputusan terhadap seluruh persoalan yang disampaikan warga.
“Kegiatan ini tidak dimaksudkan untuk mengambil keputusan atas seluruh persoalan yang muncul. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mendengar, membangun pemahaman bersama, mengidentifikasi persoalan, dan menyiapkan langkah tindak lanjut menuju solusi yang lebih adil dan berkelanjutan,” tutupnya.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Kepala ATR/BPN Buol Mardianto, S.SiT., serta perwakilan Bidang Tata Ruang PUPR Kabupaten Buol, Ir. Jumiati, ST., M.Ars., IPP., sebagai narasumber.
Melalui forum tersebut, persoalan yang disampaikan petani diharapkan dapat menjadi bahan komunikasi dan tindak lanjut antara masyarakat, pemerintah, serta para pihak terkait dalam pengelolaan tanah, pertanian, pangan, dan ruang hidup di Kabupaten Buol.






