Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik mengajak masyarakat, khususnya warga Upai dan Poopo, untuk menahan diri dan menjaga keamanan setelah terjadinya pertikaian pada Rabu (23/9/2026) malam. Imbauan ini diberikan menyusul insiden yang melibatkan warga kedua wilayah.
Kepolisian meminta semua pihak untuk tidak memperbesar masalah dan memberi ruang bagi proses penyelesaian yang sedang dilakukan. Kapolres menekankan, menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat kepolisian.
“Kitorang Samua Bersaudara. Mototompiaan, Mototabian, bo Mototanoban,” seru Polres Kotamobagu kepada masyarakat. Hubungan sosial yang telah terjalin di Bolaang Mongondow Raya diharapkan menjadi kekuatan untuk meredam potensi konflik.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
Masyarakat diminta untuk tidak mudah terpancing emosi, terutama akibat informasi yang beredar di media sosial. Unggahan provokatif dapat memperkeruh keadaan dan memperpanjang masalah.
Polres Kotamobagu juga meminta masyarakat menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Penanganan kasus oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Kotamobagu dilakukan secara profesional untuk mencegah aksi saling membalas.
Kapolres Abdul Kholik berharap masyarakat tidak memberi ruang bagi provokasi dan memilih jalan damai dalam menyelesaikan masalah. Tindakan kekerasan dan penyebaran ujaran kebencian melalui media sosial dapat berakibat hukum.
Masyarakat diharapkan untuk menjadi bagian dari penyelesaian, bukan pemicu ketegangan baru. Untuk bantuan dan pelayanan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 atau layanan Polres Kotamobagu.






