BUOL, KaseKabar.com – Proyek preservasi Ruas Jalan Buol–Lakuan senilai Rp16,8 miliar yang bersumber dari APBN 2026 diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi. Sejumlah temuan lapangan memunculkan pertanyaan terkait mutu pekerjaan dan pengawasannya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ditemukan dugaan galian patching hanya berkedalaman 2–10 sentimeter, penggunaan excavator menggantikan asphalt cutter dan jackhammer, serta material Lapis Pondasi Agregat (LPA) Kelas A yang diduga menggunakan sirtu berlumpur dan dicampur semen langsung di lokasi.
Wartawan juga menemukan dugaan pengaspalan tetap dilakukan saat hujan pada (2/6). Selain itu, pengaplikasian tack coat maupun prime coat disebut dilakukan secara manual menggunakan gayung atau kaleng bekas, sementara pemadatan aspal terlihat dilakukan sekitar empat lintasan roller.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
Menanggapi temuan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 BPJN, Eko Prasetyo Galih, menegaskan seluruh item teknis masih dalam proses evaluasi sesuai mekanisme kontrak.
“Mengenai dimensi galian, metode pencampuran, pekerjaan saat hujan, pemadatan, tack coat, prime coat, penggunaan alat, material LPA, patching, overlay, kerataan jalan, mutu aspal maupun item teknis lainnya masih dalam proses evaluasi sesuai mekanisme kontrak. Oleh karena itu, belum dapat disimpulkan sebagai gagal mutu tanpa hasil pemeriksaan resmi,” jelasnya.
Eko menambahkan, apabila hasil pemeriksaan menemukan ketidaksesuaian terhadap spesifikasi kontrak, BPJN berwenang memerintahkan perbaikan, pengujian ulang, pembongkaran pekerjaan yang tidak memenuhi syarat, hingga tindakan kontraktual lainnya sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga. Ia juga menegaskan seluruh tanggung jawab mutu pekerjaan selama proyek berlangsung masih berada pada penyedia jasa.
Hingga klarifikasi disampaikan, BPJN belum memberikan penjelasan mengenai efektivitas fungsi pengawasan selama pelaksanaan proyek. Sementara itu, proyek preservasi Jalan Buol–Lakuan masih terus berjalan dan menjadi perhatian publik terkait kualitas hasil pekerjaan.






