BOLTIM – Warga Desa Moyongkota Bersatu, Kecamatan Modayag Barat, dikejutkan dan merasa terancam dengan munculnya seekor anjing liar yang berperilaku sangat agresif hingga menyerang warga yang melintas di jalan, Rabu (1/7/2026). Insiden ini menimbulkan kekhawatiran luas di tengah masyarakat.
Berdasarkan data yang dihimpun, setidaknya tiga warga dilaporkan menjadi korban serangan tersebut, di mana dua di antaranya mengalami luka gigitan. Pihak Puskesmas masih memastikan jumlah pasti korban, mengingat kemungkinan ada warga yang belum melaporkan korban lainya.
Melihat kondisi yang membahayakan, warga di Desa Tangaton bersama-sama bertindak mengamankan hewan tersebut hingga akhirnya meninggal.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
“Anjing itu mati. Kami terpaksa mengamankannya karena menyerang secara tiba-tiba dan sangat brutal,” ujar salah satu warga setempat.
Menanggapi hal ini, Camat Modayag Barat melalui Kepala Seksi Trantib, Tisan Meyli Runtu, menyampaikan imbauan penting kepada seluruh warga. Ia meminta agar anjing peliharaan dikarantina atau dikurung sementara waktu, terutama yang diketahui sempat digigit oleh hewan terduga gila tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. Hewan yang terindikasi tertular disarankan untuk dimusnahkan dan dikubur dengan cara yang aman,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar warga segera melapor ke kantor desa atau kecamatan jika ada korban yang belum mendapatkan penanganan, serta memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Warga juga dapat menghubungi dirinya melalui akun Facebook “Tisan Meyli Runtu” untuk melaporkan kondisi hewan peliharaan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Modayag Barat, Ns. Chiechie Fitriani, S.Kep., menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah ada tiga korban yang datang berobat. “Mereka langsung kami tangani secara intensif, diberi obat dan suntikan vaksin sebanyak tiga kali. Selama satu minggu ke depan, kondisinya akan terus kami pantau untuk mendeteksi dini gejala yang mungkin timbul,” jelasnya lewat pesan daring.
Pihak Puskesmas juga meminta agar dua ekor anjing peliharaan warga yang terkena gigitan dikarantina ketat. “Kami akan memantau terus perilakunya, mengingat risiko penularan penyakit yang berbahaya,” tambahnya.
Hingga saat ini, warga masih menjalani aktivitas dengan sangat hati-hati. Kekhawatiran belum sepenuhnya hilang mengingat masih ada kemungkinan keberadaan anjing liar lain yang berisiko mengganggu keamanan dan kesehatan warga.






