BUOL, KaseKabar.com – Penolakan terhadap dugaan penggunaan sianida dalam pengolahan emas di Desa Tolau mencuat melalui unggahan akun Facebook Taslim Hr Sulu pada Selasa (2/6).
Dalam unggahannya, Taslim menilai penggunaan sianida pada pengolahan emas metode tong telah menjadi ancaman serius bagi lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keberlangsungan hidup generasi mendatang.
“Fenomena penggunaan sianida dalam pengolahan emas dengan metode tong di Desa Tolau bukan lagi hanya isu biasa, ini sudah menjadi ancaman nyata bagi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan masa depan generasi desa,” tulis Taslim.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
Ia menyebut bahan kimia berbahaya tersebut berpotensi mencemari sungai, tanah, dan sumber air yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga. Karena itu, pemerintah desa diminta tidak tinggal diam terhadap aktivitas tersebut.
Taslim juga mendesak pemerintah desa meningkatkan pengawasan, memperkuat sosialisasi, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mencegah penggunaan sianida di wilayah tersebut.
“Desa Tolau bukan tempat untuk praktik yang merusak dan membahayakan. Sungai bukan hanya aliran air, tetapi sumber kehidupan yang harus dijaga bersama,” tulisnya dalam unggahan tersebut.






