Gorontalo, Kasekabar.com — Musyawarah Besar (MUBES) XVI Kesatuan Aksi Mahasiswa Buol di Gorontalo (KAMB-G) diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang refleksi, evaluasi, dan penguatan arah perjuangan organisasi dalam menjawab tantangan zaman.
Ketua Umum KAMB-G Periode 2025-2026, Ihlas Butudoka, menegaskan bahwa MUBES merupakan forum tertinggi organisasi yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah gerak KAMB-G ke depan. Oleh karena itu, seluruh kader diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja, capaian organisasi, serta berbagai tantangan yang dihadapi selama periode kepengurusan sebelumnya.
“Harapan saya, Musyawarah Besar KAMB-G ke-16 bukan hanya menjadi momentum pergantian kepengurusan semata, tetapi juga menjadi momentum kita untuk mengevaluasi organisasi secara objektif dan memperkuat pilar ideologi agar tetap kokoh dalam menghadapi tantangan zaman.”
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
Menurut saya, perkembangan sosial, politik, ekonomi, dan teknologi yang semakin dinamis menuntut organisasi mahasiswa untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai perjuangannya. KAMB-G sebagai organisasi daerah yang menghimpun mahasiswa Buol di Gorontalo harus tetap menjadi wadah yang mampu melahirkan generasi kritis, progresif, dan memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat serta pembangunan daerah.
Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Buol di Gorontalo (KAMB-G) Terpilih, Siti Fadila N. Rijib, periode 2026–2027, juga menyampaikan harapan besarnya agar KAMB-G terus menjadi rumah bagi mahasiswa Buol dalam bertumbuh, belajar, dan mengabdi kepada masyarakat.
Menurutnya, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi organisasi saat ini, semangat kaderisasi, kekeluargaan, dan kebersamaan harus kembali diperkuat sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi. KAMB-G tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mampu membentuk karakter, kapasitas, dan kepedulian sosial kader.
KAMB-G harus tetap menjadi rumah bagi mahasiswa Buol. Tempat di mana kita belajar bersama, bertumbuh bersama, dan mengabdikan diri untuk kepentingan yang lebih besar. Semangat kaderisasi, kekeluargaan, dan kebersamaan harus terus hidup karena itulah kekuatan utama organisasi ini.”
Sebagai organisasi yang membawa nama Kesatuan Aksi Mahasiswa Buol, ia juga berharap semangat aksi yang selama ini menjadi identitas KAMB-G dapat terus dijaga dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, aksi tidak hanya dimaknai sebagai turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi, tetapi juga melalui berbagai bentuk kontribusi intelektual dan sosial.
Aksi yang saya maksud bukan hanya hadir di jalan ketika menyuarakan aspirasi, tetapi juga aksi dalam bentuk pemikiran, kajian, advokasi, pengabdian, dan keberanian untuk menyampaikan gagasan demi kepentingan masyarakat. Mahasiswa harus tetap menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi daerah maupun bangsa,” tegasnya.
ia menyadari bahwa perjalanan organisasi ke depan tidak akan selalu berjalan sempurna. Namun dengan komitmen, tanggung jawab, dan kerja sama seluruh kader, KAMB-G diyakini akan mampu terus bertahan, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Ia berharap KAMB-G dapat terus melahirkan generasi mahasiswa yang kritis, berintegritas, memiliki kemampuan berpikir yang progresif, serta tetap peka terhadap persoalan sosial yang terjadi di Kabupaten Buol.
” Perjalanan organisasi ke depan tentu tidak harus berjalan dengan seratus persen sempurna. Namun selama ada komitmen, tanggung jawab, dan kerja sama seluruh kader, saya yakin KAMB-G akan terus hidup dan berkembang serta mampu melahirkan generasi mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Buol.”
Di akhir pernyataannya, Ketua Umum KAMB-G periode 2026–2027 menegaskan bahwa tujuan utama organisasi bukan semata-mata menjadi organisasi yang besar secara kuantitas, melainkan organisasi yang tetap terjaga eksistensinya, konsisten bergerak, dan mampu memberikan manfaat bagi kader, daerah, dan masyarakat luas.
“Harapan terbesar saya bukanlah menjadikan KAMB-G sebagai organisasi yang paling besar, tetapi menjadikannya organisasi yang tetap terjaga, terus bergerak, dan senantiasa memberikan manfaat bagi kader, daerah, dan masyarakat luas.
Penulis : Ihlas Butudoka






