Gorontalo, Kasekabar.com – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana, Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani (HMJ Penjas) melaksanakan aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir bandang di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, (4/6).
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan pengurus dan anggota HMJ Penjas yang turun langsung ke sejumlah titik strategis di Kota Gorontalo untuk mengajak masyarakat berpartisipasi membantu para korban bencana.
Pada hari pertama, aksi penggalangan dana dilaksanakan di pertigaan lampu merah Jalan Jenderal Sudirman. Selanjutnya, pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan di pertigaan lampu merah Jalan Beringin dan Simpang Lima Jalan Andalas. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat mendapat respons positif dengan banyaknya warga yang turut memberikan bantuan secara sukarela.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
Ketua Umum HMJ Penjas, Bujang Martani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata solidaritas mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Menurutnya, bencana yang terjadi di Kecamatan Biau tidak hanya menjadi duka bagi masyarakat Gorontalo Utara, tetapi juga menjadi panggilan kemanusiaan bagi seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dan menguatkan.
“Kemanusiaan tidak diukur dari seberapa banyak yang kita miliki, tetapi dari seberapa tulus kita berbagi. Ketika kepedulian dipersatukan, sekecil apa pun bantuan akan menjadi cahaya yang menguatkan mereka yang sedang berada dalam kesulitan,” ujar Bujang Martani.
HMJ Penjas juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat, mahasiswa, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, doa, dan bantuan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Partisipasi yang diberikan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Melalui aksi ini, HMJ Penjas berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban para korban banjir bandang serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan seperti sediakala.
“Bersama dalam kepedulian, bergerak untuk kemanusiaan.” Pen!
Penulis : Ihlas Butudoka






