Asrama Bukan Properti: Kartu Merah Perlawanan untuk Arogansi Birokrasi Buol

- Reporter

Thursday, 25 June 2026 - 04:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasekabar.com – Rencana pengelolaan dan pembahasan masa depan Asrama Mahasiswa Buol (Asrama Rajawali) di Kota Palu menuai sorotan dari sejumlah elemen masyarakat. Kritik muncul setelah rapat koordinasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Buol pada 23 Juni 2026 di Aula Suwot Pollimpungan disebut berlangsung tanpa melibatkan mahasiswa penghuni asrama, alumni, tokoh masyarakat, maupun pihak-pihak yang memahami sejarah berdirinya asrama tersebut.

Kader PPMIB-P, Muhammad Yusuf Masuara menilai persoalan utama bukan hanya terkait substansi pembahasan, melainkan pada mekanisme pengambilan keputusan yang dianggap kurang partisipatif. Menurutnya, informasi mengenai rencana pembagian sebagian kawasan asrama justru lebih dahulu beredar di ruang publik sebelum dilakukan dialog terbuka dengan pihak-pihak yang selama ini memiliki keterikatan langsung dengan asrama.

“Asrama Mahasiswa Buol bukan sekadar aset administratif. Di dalamnya terdapat nilai sejarah, sosial, dan pendidikan yang telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Buol selama bertahun-tahun,” ujarnya kepada media ini (25/6).

KONTEN IKLAN

ads

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang menyangkut keberadaan asrama semestinya dibangun melalui proses yang transparan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Keterlibatan mahasiswa, alumni, tokoh masyarakat, serta pelaku sejarah dinilai penting untuk memastikan setiap keputusan tetap menghormati nilai dan tujuan awal pendirian asrama.

Menurut Yusuf, pemerintah perlu memberikan penjelasan kepada publik terkait alasan tidak dilibatkannya mahasiswa dan masyarakat sejak awal pembahasan. Ia juga mempertanyakan mengapa informasi mengenai arah kebijakan asrama lebih dahulu tersebar dibandingkan proses konsultasi terbuka dengan pihak yang terdampak langsung.

“Kebijakan yang lahir tanpa partisipasi publik berpotensi menimbulkan persoalan legitimasi dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” katanya.

Ia menekankan bahwa Asrama Mahasiswa Buol merupakan bagian dari sejarah pendidikan masyarakat Buol yang dibangun melalui semangat kolektif lintas generasi. Karena itu, segala bentuk pengelolaan dan pengembangan aset tersebut perlu memperhatikan aspek historis, sosial, dan kepentingan pendidikan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Buol membuka ruang dialog yang lebih luas dan transparan sebelum mengambil keputusan final terkait masa depan asrama. Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mendapat dukungan dan legitimasi dari masyarakat.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah keterbukaan, dialog yang setara, dan penghormatan terhadap sejarah. Asrama Mahasiswa Buol adalah rumah perjuangan pendidikan yang memiliki makna penting bagi masyarakat Buol,” tutup Yusuf.

 

Penulis : Ihlas Butudoka 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hilirisasi Nikel Jangan Hanya Hitung Investasi, Safri Soroti Beban Lingkungan dan Sosial Daerah
Bupati dan Wakil Bupati Buol Pimpin Evaluasi MCSP 2026, Seluruh OPD Diminta Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
Bupati dan Wakil Bupati Buol Hadiri Maulid Arbain ke-7, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Teladani Akhlak Nabi
Pemkab Buol Mulai Distribusikan 744 Kartu Keluarga Sejahtera, Bupati Tekankan Penyaluran Tepat Sasaran
Bukan Sekadar Jalan Santai, Harlah PKB di Buol Bikin Ribuan Orang Berebut Door Prize
Ironi Buol: Menanam Pohon di Kota, Sementara Kerusakan Lingkungan akibat PETI Masih Jadi Persoalan
Hasan Abdul Kadir Resmi Pimpin Gekrafs Sulteng, Langsung Lantik Pengurus DPC se-Kabupaten/Kota
Rehstaat H. Pelu Resmi Pimpin Gekrafs Donggala, Siap Perkuat UMKM dan Pariwisata di 16 Kecamatan

Berita Terkait

Saturday, 8 August 2026 - 07:18 WITA

Hilirisasi Nikel Jangan Hanya Hitung Investasi, Safri Soroti Beban Lingkungan dan Sosial Daerah

Friday, 7 August 2026 - 10:52 WITA

Bupati dan Wakil Bupati Buol Pimpin Evaluasi MCSP 2026, Seluruh OPD Diminta Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Wednesday, 5 August 2026 - 16:25 WITA

Bupati dan Wakil Bupati Buol Hadiri Maulid Arbain ke-7, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Teladani Akhlak Nabi

Monday, 3 August 2026 - 02:48 WITA

Pemkab Buol Mulai Distribusikan 744 Kartu Keluarga Sejahtera, Bupati Tekankan Penyaluran Tepat Sasaran

Sunday, 2 August 2026 - 03:46 WITA

Bukan Sekadar Jalan Santai, Harlah PKB di Buol Bikin Ribuan Orang Berebut Door Prize

Berita Terbaru