Bayangkan petani di Desa Buntalo, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang selama bertahun-tahun bergulat dengan jalan becek penuh lumpur—kini akhirnya bisa tersenyum lebar.
Pemerintah Kabupaten Bolmong melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai mengaspal ulang ruas Jalan Buntalo–Bumbung, mengubah keluhan panjang menjadi kenyataan manis.
Jalan ini dulu seperti musuh bebuyutan saat hujan deras tiba. Licin, berlubang, dan sulit dilalui kendaraan, akses rusak itu bukan hanya memperlambat langkah warga sehari-hari, tapi juga menyiksa roda ekonomi petani mayoritas di desa ini. Hasil panen terhambat, biaya angkut membengkak, dan perjalanan ke pusat kota berubah jadi petualangan berbahaya.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
“Musim hujan itu neraka! Truk sering tergelincir, kami harus dorong manual sambil licin-lucutan,” cerita Rony, warga setempat, sambil tertawa getir mengenang masa lalu.
Kini, matanya berbinar: “Alhamdulillah, pemerintah dengar jeritan kami. Jalan ini yang kami tunggu-tunggu bertahun-tahun!”
Bolmong gelontorkan Rp1 miliar untuk proyek ini, menargetkan titik-titik paling parah.
Ruas sepanjang 4,4 kilometer itu diprioritaskan 350 meter dulu di area kerusakan ekstrem, demi efisiensi anggaran.
“Prioritas kami berdasarkan tingkat rusaknya, supaya dana tepat sasaran dan hasil maksimal,” tegas Ruly Suratinojo,
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Bolmong.
Sangadi Desa Buntalo, Hengky Saito, tak henti-hentinya bersyukur.
“Terima kasih buat Bupati dan Wakil Bupati Bolmong yang telinga terbuka lebar untuk aspirasi warga. Jalan bagus ini bakal jadi booster ekonomi, terutama buat petani yang tiap hari angkut hasil kebun,” ujarnya penuh semangat.
Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, sebelumnya menekankan: “Infrastruktur jalan adalah tulang punggung ekonomi desa. Lancar di jalan, lancar pula hasil panen mengalir—dan kantong warga pun ikut tebal!”
Perbaikan ini bukan sekadar aspal baru, tapi janji nyata pemerintah untuk desa yang lebih maju.






