BUOL, Kasekabar.com – Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Buol menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VII dengan mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban” di Aula Surya Wisata Hotel, Jumat (15/5). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam merumuskan arah organisasi sekaligus memperkuat peran perempuan muda dalam pembangunan daerah.
Musda VII secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, Muhammad Singara, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Buol. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan Bupati Buol terkait pentingnya peran perempuan muda dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
“Musda bukan sekadar agenda organisasi, tetapi ruang strategis untuk mengevaluasi kerja, menyusun program, dan memilih pemimpin muda yang akan menggerakkan Nasyiatul Aisyiyah empat tahun ke depan,” ujar Muhammad Singara saat membacakan sambutan Bupati Buol.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Buol, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Buol, perwakilan Pemerintah Daerah, pimpinan Bawaslu Buol, serta sejumlah organisasi kepemudaan di Kabupaten Buol.
Dalam sambutan itu, Pemerintah Kabupaten Buol menyampaikan tiga harapan besar kepada Nasyiatul Aisyiyah. Pertama, menjadi mitra strategis dalam penguatan pendidikan karakter dan mendukung program Profil Pelajar Pancasila serta Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Kedua, kader Nasyiatul Aisyiyah diharapkan mampu menjadi penggerak kesehatan dan pemberdayaan perempuan, terutama dalam penanganan stunting, anemia remaja putri, dan edukasi kesehatan reproduksi di tingkat desa.
“Masalah stunting, anemia remaja putri, dan kesehatan reproduksi masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Saya harap kader Nasyiah menjadi duta kesehatan di desa-desa,” demikian kutipan sambutan Bupati Buol.
Ketiga, organisasi perempuan muda Muhammadiyah tersebut diharapkan mampu mendorong penguatan ekonomi kreatif perempuan melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan UMKM, hingga digitalisasi usaha masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Buol juga menyatakan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi dengan Nasyiatul Aisyiyah melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Ketua dan kader Nasyiatul Aisyiyah yang hadir tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Musda. Forum tersebut juga menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan perempuan muda di Kabupaten Buol.
Menutup sambutannya, Pemerintah Kabupaten Buol berharap Musda VII Nasyiatul Aisyiyah dapat melahirkan pemimpin yang amanah serta memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah.
“Jadikan forum ini sebagai awal dari langkah nyata untuk memajukan perempuan muda Buol yang beriman, berilmu, dan berdaya,” tutup sambutan tersebut.






