Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat terkait penempatan peralatan High Frequency Radar Array Maritim.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Kantor BMKG Pusat, Jakarta, Selasa (07/04/2026), dihadiri langsung oleh Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi bersama Wakil Bupati Dony Lumenta.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat penyediaan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika, khususnya di wilayah pesisir dan perairan Bolmong yang memiliki aktivitas kelautan cukup tinggi.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
Sejumlah pejabat BMKG turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Utama BMKG Guswanto, Plt Deputi Bidang Meteorologi Andri Ramdhani, Deputi Bidang Geofisika Nelly Florida, Direktur Meteorologi Maritim Eko Prasetyo, serta Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Rahmat Triyono.
Penempatan radar maritim ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi pemantauan kondisi laut, termasuk arus permukaan dan potensi gelombang tinggi yang kerap berdampak pada aktivitas pelayaran dan nelayan.
Bupati Yusra Alhabsyi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BMKG kepada Bolmong sebagai lokasi strategis pengembangan sistem pemantauan maritim.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah maju dalam meningkatkan keselamatan masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut. Kehadiran teknologi radar ini akan sangat membantu dalam mitigasi bencana serta perencanaan pembangunan daerah berbasis data cuaca dan iklim yang akurat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Utama BMKG Guswanto menegaskan bahwa penguatan sistem observasi maritim menjadi bagian penting dari strategi nasional dalam menghadapi perubahan iklim dan potensi bencana hidrometeorologi.
“Penempatan High Frequency Radar Array ini merupakan upaya konkret untuk meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat. Data yang dihasilkan akan mendukung peringatan dini yang lebih cepat dan akurat, khususnya di wilayah pesisir,” jelasnya.
Usai penandatanganan, rombongan juga mengunjungi ruang Multi Hazard Early Warning System (MHEWS), yang merupakan pusat pengelolaan sistem peringatan dini terintegrasi terhadap berbagai potensi bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan cuaca ekstrem.
Melalui kerja sama ini, sinergi antara BMKG dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow diharapkan semakin kuat dalam menghadirkan layanan informasi cuaca, iklim, dan geofisika yang andal, guna mendukung keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.






