Palu, Kasekabar.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sulawesi Tengah Adityawarman, menyoroti dinamika pergantian Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah yang diprediksi berlangsung pada masa transisi April ini. Ia mengungkapkan bahwa munculnya nama Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulteng dalam bursa calon Kapolda menjadi perhatian publik.
Menurutnya, dalam situasi transisi kepemimpinan, sosok yang memahami kondisi daerah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan sosial di Sulawesi Tengah.
“Penunjukan Kapolda di masa transisi harus mempertimbangkan aspek kedekatan dengan masyarakat serta pemahaman terhadap karakter wilayah. Dalam hal ini, putra daerah memiliki keunggulan tersendiri,” ujarnya.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
Ia juga menambahkan bahwa selain faktor kedaerahan, rekam jejak di bidang reserse menjadi nilai lebih yang sangat penting bagi calon Kapolda. Pengalaman di bidang tersebut dinilai mampu memperkuat penegakan hukum serta respons cepat terhadap berbagai persoalan kriminalitas.
“Figur yang memiliki pengalaman reserse tentu lebih siap dalam membaca potensi gangguan keamanan, mengungkap kasus, serta membangun kepercayaan publik melalui penegakan hukum yang profesional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Adityawarman menilai bahwa kombinasi antara latar belakang sebagai putra daerah dan rekam jejak kuat di bidang reserse dapat menjadi modal strategis dalam memimpin Polda Sulawesi Tengah ke depan.
Ia pun berharap agar Mabes Polri dapat mempertimbangkan secara objektif berbagai aspek tersebut dalam menentukan Kapolda definitif, demi menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan daerah.
“Harapan kami, siapapun yang terpilih nantinya mampu menjaga kondusivitas serta menghadirkan rasa aman yang berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” tutupnya.






