Hidden Gem di Buol : Gunung Pogitaan 1.152 Mdpl Siap Jadi Destinasi Favorit Pendaki

- Reporter

Friday, 10 April 2026 - 02:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buol, Kasekabar.com – Kabupaten Buol, yang terletak di bagian utara Sulawesi tengah, menyimpan berbagai potensi wisata alam yang belum banyak tereksplorasi. Salah satu destinasi yang mulai menarik perhatian adalah Gunung Pogitaan, sebuah gunung dengan ketinggian sekitar 1.152 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang berada di Desa Air Terang, Kecamatan Tiloan. Dengan lanskap yang masih alami serta jalur pendakian yang baru dibuka, Gunung Pogitaan berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan berbasis ekowisata di wilayah tersebut.

Letak Geografis dan Aksesibilitas

Gunung Pogitaan secara administratif berada di Desa Air Terang, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung dapat menempuh perjalanan darat dari pusat Kota Buol dengan waktu sekitar satu jam menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

KONTEN IKLAN

ads

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN

Akses menuju titik awal pendakian atau pintu rimba cukup memadai, sehingga memungkinkan wisatawan lokal maupun luar daerah untuk menjangkau lokasi tanpa hambatan berarti. Pintu rimba ini juga difungsikan sebagai area parkir sekaligus titik registrasi awal sebelum memulai pendakian.

Sejarah Pembukaan Jalur Pendakian

Jalur pendakian Gunung Pogitaan tergolong baru, yang mulai dibuka pada tahun 2026 oleh sejumlah perwakilan organisasi dan komunitas pecinta alam di Kabupaten Buol yang diinisiasi oleh Perkumpulan Keluarga Pecinta Alam (PKPA). Pembukaan jalur ini menjadi tonggak awal dalam upaya memperkenalkan Gunung Pogitaan sebagai destinasi wisata alam yang terstruktur dan aman.

Inisiatif tersebut tidak hanya bertujuan membuka akses, tetapi juga sebagai langkah awal dalam pengelolaan potensi wisata berbasis komunitas, yang mengedepankan aspek keselamatan, pelestarian lingkungan, serta edukasi bagi para pendaki

Karakteristik Jalur Pendakian

Pendakian Gunung Pogitaan menawarkan pengalaman yang cukup variatif dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap. Dari pintu rimba menuju Pos 1, pendaki membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit dengan karakter jalur yang relatif landai, memiliki kemiringan sekitar 50–55 derajat. Jalur ini cocok bagi pendaki pemula karena tidak terlalu menguras tenaga.

Sepanjang perjalanan menuju Pos 1, pendaki akan disuguhi pemandangan aliran sungai yang tidak terlalu jauh dari jalur, sehingga memudahkan akses terhadap sumber air.

Perjalanan dilanjutkan dari Pos 1 ke Pos 2 yang memakan waktu sekitar tiga jam, kemudian dari Pos 2 menuju Pos 3 sekitar tiga jam lebih. Semakin tinggi elevasi, jalur pendakian cenderung lebih menantang, baik dari segi medan maupun kondisi fisik yang dibutuhkan.

Secara keseluruhan, jalur pendakian Gunung Pogitaan memiliki struktur yang ideal untuk kegiatan pendakian bertahap, baik untuk tujuan rekreasi maupun latihan fisik.

Keanekaragaman Flora

Salah satu daya tarik utama Gunung Pogitaan adalah kekayaan flora yang masih terjaga. Beberapa jenis vegetasi yang dapat ditemukan di kawasan ini antara lain cempaka, cempaka putih, palapi, kayu besi, pinus, dan damar.

Selain itu, terdapat pula tumbuhan unik seperti kantong semar yang dikenal sebagai tanaman karnivora. Kehadiran spesies ini menjadi indikator bahwa ekosistem hutan di Gunung Pogitaan masih dalam kondisi alami dan memiliki nilai konservasi yang tinggi.

Keanekaragaman flora ini tidak hanya berfungsi sebagai penopang ekosistem, tetapi juga memiliki potensi sebagai objek penelitian ilmiah dan edukasi lingkungan.

Keanekaragaman Fauna

Gunung Pogitaan juga menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa liar yang khas Sulawesi. Di antaranya adalah burung rangkong yang dikenal dengan bentuk paruhnya yang unik, monyet ekor pendek, musang, serta anoa yang merupakan satwa endemik dan dilindungi.

Keberadaan fauna ini menunjukkan bahwa kawasan Gunung Pogitaan masih memiliki tingkat kelestarian yang baik. Namun demikian, hal ini juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan wisata, karena perlu adanya keseimbangan antara aktivitas manusia dan perlindungan habitat alami satwa.

Potensi Ekowisata dan Pengembangan Berkelanjutan

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, Gunung Pogitaan berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Konsep ekowisata menekankan pada pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta edukasi bagi wisatawan.

Beberapa faktor pendukung pengembangan wisata di Gunung Pogitaan meliputi:

> Akses yang relatif mudah dijangkau dari pusat kota

> Jalur pendakian yang cocok untuk berbagai tingkat pengalaman

> Ketersediaan sumber air alami

> Kekayaan flora dan fauna yang tinggi

Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan langkah strategis seperti pembangunan fasilitas dasar (jalur penunjuk arah, tempat istirahat, pos keamanan), pelatihan pemandu lokal, serta penyusunan regulasi yang ketat terkait konservasi lingkungan.

Peran Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Pengembangan Gunung Pogitaan sebagai destinasi wisata tidak dapat dipisahkan dari peran masyarakat lokal dan pemerintah daerah. Keterlibatan masyarakat Desa Air Terang sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.

Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan melalui kebijakan, promosi wisata, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas pecinta alam, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pengelolaan destinasi ini.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meskipun memiliki potensi besar, pengembangan Gunung Pogitaan juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti minimnya fasilitas pendukung, risiko kerusakan lingkungan akibat aktivitas wisata, serta perlunya sistem pengelolaan yang profesional.

Namun, jika dikelola dengan baik, Gunung Pogitaan tidak hanya akan menjadi destinasi wisata lokal, tetapi juga berpotensi dikenal secara nasional bahkan internasional sebagai salah satu lokasi pendakian yang menawarkan pengalaman alam yang autentik.

Kesimpulan

Gunung Pogitaan merupakan salah satu aset alam yang berharga di Kabupaten Buol dengan potensi besar sebagai destinasi wisata pendakian berbasis ekowisata. Keindahan lanskap, kekayaan biodiversitas, serta aksesibilitas yang memadai menjadi faktor utama yang mendukung pengembangannya.

Dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, Gunung Pogitaan dapat menjadi ikon wisata baru yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polda Sulteng dan Polres Buol Sisir Lokasi PETI di Bodi, ini Temuan Sementara
Hilirisasi Nikel Jangan Hanya Hitung Investasi, Safri Soroti Beban Lingkungan dan Sosial Daerah
Bupati dan Wakil Bupati Buol Pimpin Evaluasi MCSP 2026, Seluruh OPD Diminta Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
Bupati dan Wakil Bupati Buol Hadiri Maulid Arbain ke-7, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Teladani Akhlak Nabi
Pemkab Buol Mulai Distribusikan 744 Kartu Keluarga Sejahtera, Bupati Tekankan Penyaluran Tepat Sasaran
Bukan Sekadar Jalan Santai, Harlah PKB di Buol Bikin Ribuan Orang Berebut Door Prize
Hasan Abdul Kadir Resmi Pimpin Gekrafs Sulteng, Langsung Lantik Pengurus DPC se-Kabupaten/Kota
Rehstaat H. Pelu Resmi Pimpin Gekrafs Donggala, Siap Perkuat UMKM dan Pariwisata di 16 Kecamatan

Berita Terkait

Friday, 21 August 2026 - 04:37 WITA

Polda Sulteng dan Polres Buol Sisir Lokasi PETI di Bodi, ini Temuan Sementara

Saturday, 8 August 2026 - 07:18 WITA

Hilirisasi Nikel Jangan Hanya Hitung Investasi, Safri Soroti Beban Lingkungan dan Sosial Daerah

Friday, 7 August 2026 - 10:52 WITA

Bupati dan Wakil Bupati Buol Pimpin Evaluasi MCSP 2026, Seluruh OPD Diminta Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Wednesday, 5 August 2026 - 16:25 WITA

Bupati dan Wakil Bupati Buol Hadiri Maulid Arbain ke-7, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Teladani Akhlak Nabi

Monday, 3 August 2026 - 02:48 WITA

Pemkab Buol Mulai Distribusikan 744 Kartu Keluarga Sejahtera, Bupati Tekankan Penyaluran Tepat Sasaran

Berita Terbaru