Kasekabar.com — Aliansi Barisan Lawan Sistem menyampaikan pernyataan sikap politik pada peringatan Hari Perempuan Internasional, Minggu (8/3).
Pernyataan tersebut menyoroti meningkatnya kekerasan terhadap perempuan dari ranah domestik hingga publik, termasuk kasus Femicide.
Mereka menilai negara belum memiliki mekanisme terpadu untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan serta menjamin perlindungan hukum yang efektif bagi korban.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
“Setiap hari perempuan menghadapi kekerasan, mulai dari pelecehan hingga pembunuhan. Negara harus segera membangun mekanisme penanggulangan yang terpadu,” dikutip dari pernyataan sikap tertulis.
Aliansi juga menyoroti eksploitasi tenaga kerja perempuan, lemahnya perlindungan pekerja rumah tangga, serta dampak proyek ekstraktif terhadap ruang hidup perempuan.
Dalam pernyataannya, BALAS mendesak pemerintah memperkuat perlindungan hukum, menghentikan kekerasan berbasis gender, serta memastikan demokrasi berpihak pada hak-hak perempuan.






