Buol, KaseKabar.com – Perhimpunan Keluarga Pecinta Alam (PKPA) Kabupaten Buol menyampaikan refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo dan Moh. Nasir Dj. Daimaroto, dengan menekankan pentingnya isu lingkungan hidup sebagai dasar pembangunan daerah.
Refleksi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Perhimpunan Keluarga Pecinta Alam (PKPA) Kabupaten Buol, Bayu Amrin Firdaus, pada Sabtu (15/02), bertepatan dengan hampir satu tahun masa kepemimpinan Bowo–Nasir di Kabupaten Buol.
Dalam pernyataannya, Bayu menegaskan bahwa lingkungan hidup merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, Buol memiliki kekayaan sumber daya alam berupa kawasan hutan, pegunungan, daerah aliran sungai, hingga wilayah pesisir yang harus dijaga secara berkelanjutan.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
“Kami memandang bahwa isu lingkungan hidup merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Kabupaten Buol adalah daerah yang kaya akan potensi sumber daya alam, mulai dari kawasan hutan, pegunungan, daerah aliran sungai, hingga wilayah pesisir. Potensi ini adalah anugerah sekaligus tanggung jawab bersama untuk dijaga secara berkelanjutan,” ujarnya.
PKPA mencermati bahwa selama hampir satu tahun kepemimpinan, pemerintah daerah telah menunjukkan perhatian terhadap agenda pembangunan. Namun dari perspektif lingkungan hidup, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang dinilai perlu menjadi perhatian serius dan prioritas kebijakan.
Beberapa isu tersebut meliputi pengelolaan kawasan hutan dan lahan yang membutuhkan pengawasan lebih ketat akibat maraknya isu pertambangan emas tanpa izin (PETI), persoalan sampah dan kebersihan lingkungan di kawasan perkotaan serta pesisir, mitigasi bencana dan perlindungan daerah aliran sungai, serta penguatan partisipasi publik dan edukasi lingkungan.
“Kami mendorong agar kepemimpinan Bupati Buol ke depan semakin menempatkan isu lingkungan sebagai arus utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan keberlanjutan ekologis. Prinsip pembangunan berkelanjutan harus menjadi komitmen bersama demi generasi masa depan Buol,” tegasnya.
Sebagai organisasi pecinta alam, PKPA menyatakan kesiapan menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah. Menurut Bayu, sinergi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas pecinta alam diyakini mampu melahirkan kebijakan yang lebih berpihak pada kelestarian lingkungan.
Refleksi satu tahun tersebut, lanjutnya, bukan semata kritik, melainkan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap masa depan lingkungan Kabupaten Buol. Sementara itu, Pemerintah Daerah Buol diketahui tengah merampungkan agenda refleksi resmi satu tahun kepemimpinan Bowo–Nasir yang dijadwalkan berlangsung pada (20/02).







