Penambang Lokal “Teriak”, Astam Agow Minta Pemerintah Hadirkan Solusi

- Reporter

Saturday, 28 February 2026 - 15:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Boltim – Ditengah beredarnya aturan yang menghadirkan ketakutan kepada para Pembeli Emas. Dimana semua Penambang mengalami kesulitan menjual hasil butiran emas yang didapat dengan jeripayah dan keringat.

Hal tersebut, memantik pro dan kontra dikalangan masyarakat luas terutama di Bolaang Mongondow Raya, yang hampir rata-rata warganya meraup rejeki sebagai Penambang Lokal.

Fenomena unik tersebut baru terjadi di Tahun 2026. dimana hampir seluruh Tokoh Pembeli Emas, tidak berani melakukan transaksi Jual-Beli, karena aturan Pidana yang nantinya akan menjerat mereka apabila kedapatan melakukan praktek transaksional tersebut.

KONTEN IKLAN

ads

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN

Menyikapi hal tersebut, Bendahara PKB Boltim, Astam Agow menyebut bahwa apabila para pembeli emas benar-benar hilang dipasaran, fenomena tersebut akan mengakibatkan krisis ekonomi ditingkatan lokal.

Menurutnya, Pemerintah harus secepatnya mengambil langkah antisipasi serta menghadirkan solusi kepada masyarakat untuk mengatasi sunami ekonomi yang akan segera terjadi di masyarakat.

“Terlebih ini Bulan Suci Ramadhan, Dahsyatnya lagi ketika mendekati Lebaran, pasti akan meningkat kebutuhan pokok masyarakat”, ucap Astam kepada media, Sabtu (28/02/2026).

Ia berharap Pemerintah mampu menyelesaikan problema yang terjadi sebagai titik temu, agar para Penambang tidak terzolimi dengan aturan yang dirasanya tidak pro rakyat.

“Persoalannya, warga kita adalah penambang tradisional yang bekerja manual. Saat ini mereka punya hasil, tapi tidak ada yang berani beli. Akibatnya, emas itu tidak bisa jadi beras,” ujar Azkabul dengan nada prihatin.

Pun ia menjelaskan bahwa hampir 60-70 persen warga Boltim itu berprofesi sebagai penambang lokal.

“Para penambang ini menggantungkan hidup sepenuhnya dari hasil tambang. Uang hasil jual emas itu dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah anak, dan biaya hidup keluarga. Mereka bukan pengusaha besar, mereka rakyat kecil yang sedang berjuang,” tambahnya.

Pemerintah yang berperan sebagai leader ship harus secepatnya memikirkan nasib para penambang lokal tersebut. Memberikan solusi serta langkah dan upaya dalam menangani kesenjangan sosial yang terjadi.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PETI Gunung Salak Desa Tobongon Terus Beroperasi, Warga Khawatir Potensi Longsor Ancam Pemukiman dan Perkebunan
Berkah Ramadhan, Rahman Salehe Berbagi Takjil
Krisis Gas LPG 3 Kg, Warga Minta Pemerintah Tertibkan Pangkalan Nakal
Dua Rumah Warga Modayag Dilahap Si Jago Merah 1 Orang Meninggal Dunia
Pemilik Lahan Tambang Tobongon Bantah Isu Pemberian Upeti Pembukaan Police Line
DPP LBI Lantik Ratusan Pengurus DPW Boltim
Asah Kreatifitas Anak, Indomaret Gelar Lomba Mewarnai Gambar
Atasi Bentrok Antar Penambang, Polres Boltim Tutup Sejumlah Lubang di Gunung Tinggi Tobongon

Berita Terkait

Saturday, 28 February 2026 - 20:08 WITA

Berkah Ramadhan, Rahman Salehe Berbagi Takjil

Saturday, 28 February 2026 - 15:19 WITA

Penambang Lokal “Teriak”, Astam Agow Minta Pemerintah Hadirkan Solusi

Thursday, 12 February 2026 - 12:38 WITA

Krisis Gas LPG 3 Kg, Warga Minta Pemerintah Tertibkan Pangkalan Nakal

Friday, 2 January 2026 - 23:09 WITA

Dua Rumah Warga Modayag Dilahap Si Jago Merah 1 Orang Meninggal Dunia

Tuesday, 30 December 2025 - 17:20 WITA

Pemilik Lahan Tambang Tobongon Bantah Isu Pemberian Upeti Pembukaan Police Line

Berita Terbaru

Pilihan Editor

Wabup Buol Serahkan Bantuan CSR PT HIP untuk Program Sekolah Rakyat

Tuesday, 10 Mar 2026 - 11:26 WITA