BUOL, KASEKABAR.COM – Kondisi jalan poros Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, menuai sorotan tajam warga. Kerusakan jalan yang dipenuhi lubang dan genangan air dinilai membahayakan pengguna jalan serta menghambat aktivitas masyarakat. Persoalan ini mencuat setelah aksi protes warga viral di media sosial pada Senin (23/2).
Dilansir dari SambaraGading.com, warga dan pengendara sepeda motor menanam pohon pisang di badan jalan yang rusak dan tergenang air. Aksi simbolik tersebut diunggah ke Facebook dan langsung menuai beragam komentar dari warganet.
Menurut warga setempat, kerusakan jalan poros Bukal sudah berlangsung lama dan kerap menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Padahal, ruas jalan tersebut merupakan akses vital menuju sekolah, lembaga pemasyarakatan, hingga kantor pemerintahan.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
Kekecewaan warga juga diarahkan kepada wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat. Dalam salah satu unggahan di media sosial, warga mempertanyakan keberadaan anggota DPRD terpilih dari Kecamatan Bukal.

“Tiga orang anggota DPRD dari Kecamatan Bukal pada ke mana kalian,” tulis warga dalam unggahan yang beredar luas di media sosial facebook.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan rusak tersebut.
“Kami selaku warga berharap ke depan supaya diperbaiki. Itu saja harapan kami,” ungkap salah satu pengguna jalan, dikutip KaseKabar.com dari Sambara Gading.
Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota DPRD Kabupaten Buol dari daerah pemilihan III, Aprianto Manopo dari Partai Demokrat, menyatakan bahwa persoalan jalan Bukal sudah berulang kali disampaikan dalam rapat kerja Komisi III bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Baik. Memang sebelum jalan ini viral, beberapa rapat kerja dengan mitra kami di Komisi III, dalam hal ini Dinas PUPR, saya sering tekankan terkait jalan ruas Negeri Lama–Mopu,” jelas Aprianto Manopo melalui pesan WhatsApp kepada KaseKabar.com, Senin (23/2).
Ia menambahkan, pada rapat kerja 26 Januari lalu, dirinya kembali menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan pelayanan dasar yang tidak boleh diabaikan.
“Pemerintah daerah sering berbicara peningkatan ekonomi masyarakat, tapi pelayanan dasar terhadap masyarakat terabaikan, terutama infrastruktur. Jalan merupakan faktor utama peningkatan ekonomi,” ujarnya.

Aprianto Manopo menjelaskan, ruas jalan Bukal belum mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun ini karena berada pada peringkat kelima dalam skala prioritas DAK jalan. Meski demikian, ia mengaku telah membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mencari solusi alternatif.
“Alhamdulillah ada solusi dari provinsi. Kami diminta membuat proposal dari desa-desa yang dilalui ruas jalan tersebut. Dalam waktu dekat saya akan berkomunikasi dengan Camat Bukal dan para kepala desa,” tambahnya.
Hingga kini, warga Kecamatan Bukal masih menunggu realisasi perbaikan jalan yang diharapkan dapat segera dilakukan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.







