Palu, Kasekabar.com — DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Tengah bersama DPD IMM DIY menggelar Focus Group Discussion membahas rencana kolam lindih dan tambang bawah tanah PT Citra Palu Mineral.
FGD menyoroti lokasi fasilitas tambang di Kelurahan Poboya yang beririsan dengan jalur aktif Sesar Palu-Koro, patahan pemicu gempa 28 September 2018.
Peserta menilai pembangunan kolam limbah di zona rawan gempa berpotensi menimbulkan risiko kebocoran apabila terjadi aktivitas seismik besar.
KONTEN IKLAN

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
Selain itu, aktivitas underground mining dinilai dapat memengaruhi stabilitas geologi kawasan yang memiliki riwayat likuifaksi dan longsor.
“Belajar dari tragedi 2018, kita tidak boleh menempatkan fasilitas berisiko tinggi di jalur sesar aktif tanpa mitigasi yang sangat ketat,” ujar perwakilan DPD IMM Sulteng.
Hasil FGD merekomendasikan kajian risiko komprehensif serta penguatan mitigasi guna mencegah potensi dampak ekologis jangka panjang di Kota Palu.







