PERAN STRATEGIS KESENIAN SEBAGAI UPAYA MENCEGAH PELANGGARAN PEMILU

- Reporter

Tuesday, 20 January 2026 - 14:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI, Oleh Ismajaya, S.Sos,.C.Med, – Pemilu yang jujur dan adil tidak hanya ditentukan oleh kekuatan regulasi dan aparat pengawas, tetapi juga oleh kesadaran politik masyarakat.

Di daerah seperti Kabupaten Buol yang masih memegang teguh prinsip adat dan istiadat, kesadaran akan tumbuh secara lebih efektif melalui pendekatan budaya. Olehnya Kesenian Daerah merupakan bentuk ekspresi kearifan lokal, memiliki peran strategis dalam mencegah pelanggaran pemilu sekaligus memperkuat demokrasi yang beretika.

 

KONTEN IKLAN

ads

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN

Kesenian tradisional Buol – Gunugon (seni tutur), kurlindang, beragam jenis tarian daerah serta ritual adat seperti mongunom Rlipu, bukan sekadar hiburan, melainkan media penyampai nilai moral, kebersamaan, kejujuran, dan penghormatan terhadap aturan adat.

Nilai-nilai ini sejatinya sejalan dengan prinsip dasar pemilu demokratis : kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab bersama. Ketika nilai tersebut dihidupkan kembali melalui kesenian, masyarakat akan lebih mudah memahami bahwa pelanggaran pemilu bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pelanggaran moral dan adat.

Salah satu tantangan utama dalam pemilu adalah praktik politik uang, intimidasi pemilih, serta penyebaran hoaks. Di sinilah kesenian Buol dapat berfungsi sebagai media edukasi politik yang kontekstual.

 

Pesan-pesan anti politik uang, pentingnya memilih secara bebas, dan menjaga persatuan dapat disisipkan dalam pertunjukan seni atau kegiatan budaya masyarakat. Pesan yang disampaikan melalui bahasa budaya akan lebih mudah diterima dibandingkan sosialisasi formal yang kerap terasa kaku dan elitis.

Selain itu, kesenian Buol memiliki kekuatan kolektif. Pertunjukan seni biasanya melibatkan banyak unsur masyarakat, tokoh adat, pemuda, perempuan, dan seniman lokal. Keterlibatan ini membangun rasa memiliki terhadap proses demokrasi.

Ketika masyarakat merasa bahwa pemilu adalah bagian dari kehidupan sosial dan budaya mereka, maka pengawasan terhadap potensi pelanggaran akan tumbuh secara alami. Masyarakat tidak lagi pasif, tetapi menjadi penjaga nilai demokrasi di lingkungannya sendiri.

Peran strategis kesenian (Buol), juga penting dalam meredam konflik pemilu. Budaya lokal Buol menjunjung tinggi musyawarah, persaudaraan, dan penyelesaian masalah secara damai. Nilai-nilai ini dapat ditransformasikan melalui kesenian untuk menolak politik identitas dan provokasi yang memecah belah.

Dengan demikian, kesenian tidak hanya mencegah pelanggaran teknis pemilu, tetapi juga menjaga stabilitas sosial pasca pemungutan suara.

Oleh karena itu, sudah saatnya penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil memandang kesenian sebagai mitra strategis dalam pendidikan dan pengawasan pemilu.

 

Mengintegrasikan kesenian lokal dalam sosialisasi pemilu bukan langkah mundur, melainkan inovasi demokrasi yang berakar pada identitas lokal.

Demokrasi yang kuat adalah demokrasi yang tumbuh dari budaya masyarakatnya sendiri. Dengan menghidupkan kesenian sebagai sarana pendidikan politik, pencegahan pelanggaran pemilu tidak hanya bergantung pada sanksi hukum, tetapi juga pada kesadaran kolektif yang lahir dari nilai adat dan budaya lokal, Pen!

________________________

(Disadur dari berbagai sumber dan catatan pribadi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

MUBES XVI KAMB-G Jadi Momentum Evaluasi Organisasi dan Penguatan Ideologi
Kafilah MTQ Kabupaten Buol Resmi Terdaftar di Sigi, LPTQ Pastikan 49 Peserta Siap Berlaga
Tampilkan Miniatur Masjid, Kafilah MTQ Kabupaten Buol Curi Perhatian di Pawai Ta’aruf MTQ Sulteng ke-31
Hadiri HUT Satpol PP dan Linmas di Tolitoli, Bupati Buol Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kesiapsiagaan
HMJ Penjas UNG Gelar Aksi Penggalangan Dana untuk Korban Banjir Bandang di Gorontalo Utara
Apresiasi Ditpolairud Polda Sulteng, Safri Minta Jaringan Sianida Ilegal di Buol Dibongkar hingga ke Akar
Bupati Buol Dorong Hilirisasi Sawit, BPAKPSI Bahas Mandatori Biofuel B50 Bersama DEN
Dugaan Sianida Ilegal di Buol Mencuat, Komnas HAM Tunggu Informasi Resmi

Berita Terkait

Wednesday, 10 June 2026 - 09:26 WITA

MUBES XVI KAMB-G Jadi Momentum Evaluasi Organisasi dan Penguatan Ideologi

Saturday, 6 June 2026 - 08:50 WITA

Kafilah MTQ Kabupaten Buol Resmi Terdaftar di Sigi, LPTQ Pastikan 49 Peserta Siap Berlaga

Saturday, 6 June 2026 - 08:46 WITA

Tampilkan Miniatur Masjid, Kafilah MTQ Kabupaten Buol Curi Perhatian di Pawai Ta’aruf MTQ Sulteng ke-31

Thursday, 4 June 2026 - 07:29 WITA

Hadiri HUT Satpol PP dan Linmas di Tolitoli, Bupati Buol Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kesiapsiagaan

Thursday, 4 June 2026 - 07:23 WITA

HMJ Penjas UNG Gelar Aksi Penggalangan Dana untuk Korban Banjir Bandang di Gorontalo Utara

Berita Terbaru

Uncategorized

Kapolres Irwanto Buka Turnamen Bola Voli

Thursday, 11 Jun 2026 - 22:53 WITA

Uncategorized

CV Dua Putera Rampungkan Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Zakaria Imban

Thursday, 11 Jun 2026 - 04:14 WITA

Info Publik

MUBES XVI KAMB-G Jadi Momentum Evaluasi Organisasi dan Penguatan Ideologi

Wednesday, 10 Jun 2026 - 09:26 WITA