Dari Kebun ke Botol,  VCO Tolitoli Bangkit, UMKM Lokal Tancap Gas Hilirisasi Kelapa

- Reporter

Monday, 26 January 2026 - 05:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOLITOLI, Kasekabar.com — Aroma kelapa segar Tolitoli kini tak lagi berhenti di kebun atau dapur rumah tangga. Melalui tangan-tangan kreatif pelaku UMKM lokal, kelapa rakyat menjelma menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) premium produk bernilai tinggi yang menandai kebangkitan hilirisasi perkebunan kelapa di daerah ini.

Gelombang perubahan ini tak lepas dari dorongan kuat Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf, yang konsisten mengawal dan memotivasi pelaku UMKM agar berani naik kelas melalui pengolahan hasil perkebunan.

Salah satu kisah sukses datang dari Hasanuddin, warga Dusun Malempa, Desa Dadakitan, Kecamatan Baolan, yang berhasil memproduksi VCO murni kaya manfaat kesehatan.

KONTEN IKLAN

ads

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN

Menariknya, seluruh bahan baku VCO tersebut bersumber dari kebun kelapa milik pribadi yang dikelola secara organik dan berkelanjutan. Dengan teknologi pengolahan sederhana namun higienis, Hasanuddin mampu menghasilkan VCO yang bening, beraroma khas kelapa segar, dan diproses tanpa bahan pengawet, sehingga aman dikonsumsi sekaligus memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

“VCO adalah solusi sehat bagi masyarakat. Kami berharap produk UMKM Tolitoli terus berkembang dan mampu bersaing, bukan hanya di tingkat regional tetapi juga nasional,” ujar Jemi Yusuf, Sabtu (25/1).

Jemi juga mengajak masyarakat untuk mengutamakan produk lokal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan UMKM sektor perkebunan. Menurutnya, hilirisasi produk hasil perkebunan menjadi kunci penting dalam menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi rakyat.

Keberhasilan ini turut didukung oleh peran Evan Akil, penggiat sekaligus pendamping Produk Halal Kabupaten Tolitoli. Melalui pendampingan intensif, Evan aktif mendorong UMKM sektor pertanian khususnya perkebunan kelapa—agar tidak lagi menjual hasil panen dalam bentuk mentah, melainkan mengolahnya menjadi produk unggulan bernilai ekonomi tinggi.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa hilirisasi perkebunan kelapa di Tolitoli mulai menunjukkan hasil nyata. Selain membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa, VCO lokal ini sekaligus menegaskan satu hal: produk UMKM Tolitoli siap bersaing, tumbuh, dan bersinar di pasar yang lebih luas.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kafilah MTQ Kabupaten Buol Resmi Terdaftar di Sigi, LPTQ Pastikan 49 Peserta Siap Berlaga
Tampilkan Miniatur Masjid, Kafilah MTQ Kabupaten Buol Curi Perhatian di Pawai Ta’aruf MTQ Sulteng ke-31
Hadiri HUT Satpol PP dan Linmas di Tolitoli, Bupati Buol Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kesiapsiagaan
HMJ Penjas UNG Gelar Aksi Penggalangan Dana untuk Korban Banjir Bandang di Gorontalo Utara
Apresiasi Ditpolairud Polda Sulteng, Safri Minta Jaringan Sianida Ilegal di Buol Dibongkar hingga ke Akar
Bupati Buol Dorong Hilirisasi Sawit, BPAKPSI Bahas Mandatori Biofuel B50 Bersama DEN
Dugaan Sianida Ilegal di Buol Mencuat, Komnas HAM Tunggu Informasi Resmi
Geger! Puluhan Karung Sianida Diamankan APH, Diduga untuk Tambang Emas Ilegal di Buol

Berita Terkait

Saturday, 6 June 2026 - 08:50 WITA

Kafilah MTQ Kabupaten Buol Resmi Terdaftar di Sigi, LPTQ Pastikan 49 Peserta Siap Berlaga

Saturday, 6 June 2026 - 08:46 WITA

Tampilkan Miniatur Masjid, Kafilah MTQ Kabupaten Buol Curi Perhatian di Pawai Ta’aruf MTQ Sulteng ke-31

Thursday, 4 June 2026 - 07:29 WITA

Hadiri HUT Satpol PP dan Linmas di Tolitoli, Bupati Buol Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kesiapsiagaan

Thursday, 4 June 2026 - 07:23 WITA

HMJ Penjas UNG Gelar Aksi Penggalangan Dana untuk Korban Banjir Bandang di Gorontalo Utara

Thursday, 4 June 2026 - 07:10 WITA

Apresiasi Ditpolairud Polda Sulteng, Safri Minta Jaringan Sianida Ilegal di Buol Dibongkar hingga ke Akar

Berita Terbaru