GETAR Buol Demo DPRD, Tuntut Evaluasi Koperasi Bukit Pionoto Terkait Dugaan Manipulasi Data

- Reporter

Wednesday, 17 December 2025 - 12:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buol, KaseKabar.com — Aliansi Gerakan Tani dan Rakyat (GETAR) Kabupaten Buol menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Buol, Rabu, 17 Desember 2025. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan kepada pemerintah daerah agar mengevaluasi dan memeriksa pengurus Koperasi Bukit Pionoto yang diduga melakukan manipulasi data dan merugikan anggota koperasi.

Aksi unjuk rasa ini diikuti oleh sejumlah petani dan anggota koperasi yang menilai pengelolaan koperasi tidak berjalan sesuai prinsip keadilan dan kesejahteraan anggota. Massa meminta pemerintah daerah bersikap tegas dan serius dalam menyikapi persoalan yang telah berlangsung cukup lama.

KONTEN IKLAN

ads

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN

GETAR Soroti Hak Anggota Koperasi

Ketua Aliansi Gerakan Tani dan Rakyat Kabupaten Buol, Taufik Intam, dalam orasinya menyampaikan bahwa persoalan koperasi tersebut telah terjadi sejak lama dan belum mendapat penyelesaian yang jelas.

“Sejak 2011, ditetapkan Koperasi Bukit Pionoto, berton-ton hasil, namun yang diberikan kepada anggota koperasi hanya Rp25 ribu. Kami juga prihatin wajah Pemda Kabupaten Buol seperti kehilangan kehormatan. Kami selalu mengirim surat kepada pemerintah, tetapi tidak pernah direspons,” tegasnya.

Ia menambahkan, GETAR berharap dialog bersama DPRD dan pemerintah daerah dapat menghasilkan keputusan yang memberikan sanksi atau penalti kepada pengurus koperasi apabila terbukti terjadi penyimpangan.

“Kami minta ketegasan dan keseriusan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. Kami akan terus mendorong pengusutan dugaan penyimpangan dan dugaan penyelewengan oleh pengurus koperasi tersebut,” lanjut Taufik.

Koordinator Lapangan: Pemda Jangan Diam

Koordinator lapangan aksi, Rifal Tangahu, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam ketika masyarakat, khususnya petani, merasa dirugikan.

“Pemda tidak boleh diam apabila rakyatnya ditindas, terutama para petani yang dirampas haknya,” tegas Rifal dalam orasinya.

Pengakuan Anggota Koperasi

Salah satu massa aksi yang mengaku sebagai anggota Koperasi Bukit Pionoto turut menyampaikan keluhannya terkait pembagian hasil yang dinilai tidak mencukupi kebutuhan hidup.

“Benar pak, kami terimanya hanya Rp25 ribu per bulan, tidak sesuai dengan kebutuhan hidup,” jelasnya.

RDP di DPRD Buol, Ini Penjelasan Dinas Koperasi

Menindaklanjuti aksi tersebut, DPRD Kabupaten Buol menerima massa aksi untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. RDP digelar di ruang rapat DPRD Buol dan dihadiri oleh anggota Koperasi Bukit Pionoto, perwakilan GETAR, Dinas Koperasi, serta anggota DPRD.

Dalam forum tersebut, Nurlela, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Buol, menyampaikan bahwa kewenangan terkait pembubaran atau pemeriksaan koperasi berada pada anggota koperasi itu sendiri.

“Dinas Koperasi tidak memiliki wewenang untuk membubarkan atau memeriksa koperasi. Itu adalah wewenang anggota koperasi,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menuai kritik dari sejumlah anggota Koperasi Bukit Pionoto yang hadir dalam RDP dan berharap adanya peran aktif pemerintah daerah dalam pengawasan.

Belum Ada Keputusan Pasti

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada langkah atau keputusan pasti yang diumumkan oleh Dinas Koperasi maupun pemerintah daerah Kabupaten Buol terkait tindak lanjut hasil RDP tersebut. Massa aksi berharap DPRD dan Pemda segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang dinilai merugikan anggota koperasi.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hilirisasi Nikel Jangan Hanya Hitung Investasi, Safri Soroti Beban Lingkungan dan Sosial Daerah
Bupati dan Wakil Bupati Buol Pimpin Evaluasi MCSP 2026, Seluruh OPD Diminta Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
Bupati dan Wakil Bupati Buol Hadiri Maulid Arbain ke-7, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Teladani Akhlak Nabi
Pemkab Buol Mulai Distribusikan 744 Kartu Keluarga Sejahtera, Bupati Tekankan Penyaluran Tepat Sasaran
Bukan Sekadar Jalan Santai, Harlah PKB di Buol Bikin Ribuan Orang Berebut Door Prize
Ironi Buol: Menanam Pohon di Kota, Sementara Kerusakan Lingkungan akibat PETI Masih Jadi Persoalan
Hasan Abdul Kadir Resmi Pimpin Gekrafs Sulteng, Langsung Lantik Pengurus DPC se-Kabupaten/Kota
Rehstaat H. Pelu Resmi Pimpin Gekrafs Donggala, Siap Perkuat UMKM dan Pariwisata di 16 Kecamatan

Berita Terkait

Saturday, 8 August 2026 - 07:18 WITA

Hilirisasi Nikel Jangan Hanya Hitung Investasi, Safri Soroti Beban Lingkungan dan Sosial Daerah

Friday, 7 August 2026 - 10:52 WITA

Bupati dan Wakil Bupati Buol Pimpin Evaluasi MCSP 2026, Seluruh OPD Diminta Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Wednesday, 5 August 2026 - 16:25 WITA

Bupati dan Wakil Bupati Buol Hadiri Maulid Arbain ke-7, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Teladani Akhlak Nabi

Monday, 3 August 2026 - 02:48 WITA

Pemkab Buol Mulai Distribusikan 744 Kartu Keluarga Sejahtera, Bupati Tekankan Penyaluran Tepat Sasaran

Sunday, 2 August 2026 - 03:46 WITA

Bukan Sekadar Jalan Santai, Harlah PKB di Buol Bikin Ribuan Orang Berebut Door Prize

Berita Terbaru