Buntut Penganiayaan Usai Batal Merias Di Buol, Seorang Pejabat Dijadikan Tersangka

- Reporter

Saturday, 7 June 2025 - 06:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pemukulan dan pengeroyokan

Ilustrasi pemukulan dan pengeroyokan

KaseKabar.com – Setelah menunggu enam bulan, MF (26), Make-Up Artist asal Buol, akhirnya melihat secercah keadilan. AZ, pejabat aktif di lingkungan Pemkab, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap dirinya pada Senin (2/6).

Penetapan status tersangka terhadap AZ tertuang dalam dokumen resmi bernomor: S.Tap/5-4/92/VI.RES.1.6/2025/Satreskrim Polres Buol Polda Sulawesi Tengah. Surat tersebut menyusul diterbitkannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada 28 Mei 2025, yang mengindikasikan langkah hukum tengah berjalan secara aktif.

KBO Reskrim Polres Buol, IPDA Jimmy Ronald Adriles Sandil, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penetapan tersangka atas nama AZ. Ia menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu.

KONTEN IKLAN

ads

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN

“Benar sudah ada penetapan tersangka, ini sementara diproses. Siapa pun pelakunya, hukum tetap ditegakkan dengan mengacu pada peraturan yang berlaku,” jelas IPDA Jimmy, Kamis (5/6).

Menurut pengakuan korban MF, kasus bermula dari pembatalan jasa rias olehnya pada 6 Oktober 2024 silam, MF akhirnya mengembalikan uang muka sebesar Rp150.000, namun keputusan ini justru memicu reaksi kekerasan.

Sekitar pukul 16.00 WITA di hari kejadian, dua pria yang diduga kerabat AZ mendatangi tempat kos MF dan melakukan intimidasi, termasuk penamparan dan penyitaan telepon genggam milik korban, sebagai jaminan uang muka yang MF janjikan akan dikembalikan pada malam harinya.

Tidak berhenti di situ, malam harinya sekitar pukul 23.00 WITA, MF yang datang ke rumah AZ di Kelurahan Kali untuk mengambil kembali ponselnya, justru menjadi korban pemukulan.

“Malamnya, Pak AZ yang pertama kali melakukan kekerasan fisik itu, kemudian disusul beberapa orang diluar rumah,” ungkap MF kepada media pada Rabu (4/6).

Akibat kejadian ini MF mengaku mengalami luka serius, termasuk gangguan pernapasan dan trauma psikologis, yang membuatnya harus menjalani perawatan medis.

“Sejak kejadian itu, saya cukup trauma dan terpukul. Perundungan di medsos ini sampai berimbas di pekerjaan saya,” tambah MF lagi.

Pihak keluarga menyatakan bahwa korban sempat kehilangan semangat, dan susah mendapatkan klien dampak tekanan di medsos yang dialaminya.

Keluarga korban berharap agar proses hukum tidak berhenti hanya pada penetapan tersangka. Mereka meminta penegakan keadilan dijalankan secara transparan dan tuntas.

“Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Apalagi terlapor adalah pejabat dan punya kuasa, sementara kami rakyat biasa,” ujar salah satu anggota keluarga MF.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Resmi Diluncurkan! Bantuan Pangan Bolmong Bertambah, Total 904 Ton Disalurkan ke 15 Kecamatan
Bahas Adendum Lingkungan PT JRBM, Bupati Yusra: Kajian Harus Berbasis Fakta Demi Keselamatan Warga
Tunaikan Ibadah Umroh, Anggota DPRD Rahman Salehe Lepas 53 Imam Se-Boltim Menuju Tanah Suci
Jaga Keseimbangan Ekosistem & Sumber Kehidupan, Wabup Dony Dorong Terbentuknya Koridor Ekologis Gunung Ambang
Tragedi Maut Drag Race Kotamobagu, Kapolda Sulut : 5 Orang Sudah Diperiksa, Pengemudi Berpotensi Tersangka
Wilayah Tambang Emas Kotabunan Menyimpan Nilai Historis Warisan Era Kolonial Belanda Sampai Sekarang
Bupati Buol Resmi Buka Turnamen Mini Soccer Piala TKBM Bahari Pelabuhan Leok 2026, Diikuti 14 Klub
Resmi Beroperasi! Sipatuo JR Sport Center Sajikan Fasilitas Olahraga Lengkap di Kotamobagu

Berita Terkait

Wednesday, 12 August 2026 - 08:50 WITA

Resmi Diluncurkan! Bantuan Pangan Bolmong Bertambah, Total 904 Ton Disalurkan ke 15 Kecamatan

Tuesday, 11 August 2026 - 11:11 WITA

Bahas Adendum Lingkungan PT JRBM, Bupati Yusra: Kajian Harus Berbasis Fakta Demi Keselamatan Warga

Tuesday, 11 August 2026 - 10:36 WITA

Tunaikan Ibadah Umroh, Anggota DPRD Rahman Salehe Lepas 53 Imam Se-Boltim Menuju Tanah Suci

Monday, 10 August 2026 - 10:47 WITA

Jaga Keseimbangan Ekosistem & Sumber Kehidupan, Wabup Dony Dorong Terbentuknya Koridor Ekologis Gunung Ambang

Monday, 10 August 2026 - 10:22 WITA

Tragedi Maut Drag Race Kotamobagu, Kapolda Sulut : 5 Orang Sudah Diperiksa, Pengemudi Berpotensi Tersangka

Berita Terbaru