Kriminalisasi Petani di Buol: Sidang Mada Yunus Jadi Ujian Integritas Hukum Agraria

- Reporter

Sunday, 4 May 2025 - 15:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buol, Kasekabar.com — Sidang putusan sela atas eksepsi Mada Yunus akan berlangsung di Pengadilan Negeri Buol pada Selasa (6/5). Kasus ini dinilai sebagai ujian keadilan agraria di Indonesia.

Mada Yunus, petani plasma, didakwa melakukan pendudukan lahan dan penghasutan oleh jaksa, menggunakan pasal-pasal Undang-Undang Perkebunan.

Koordinator Forum Petani Plasma Buol, Fatrisi Ain, menyebut dakwaan terhadap Mada tidak berdasar dan merupakan bentuk kriminalisasi terhadap perjuangan petani.

KONTEN IKLAN

ads

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN

“Ini bukan sekadar kasus individu. Ini menyangkut masa depan ribuan petani yang haknya diabaikan selama 16 tahun,” tegasnya (4/5).

Konflik berawal dari aksi penghentian aktivitas kebun pada Januari 2024 oleh petani, akibat ketertutupan dan ketidakjelasan hak dalam kemitraan dengan PT HIP.

Sebanyak 4.934 keluarga dari tujuh koperasi menyerahkan lahan seluas 6.746 hektare, namun hasil panen tetap dikuasai sepihak oleh PT HIP.

Ironisnya, perusahaan justru membebankan utang Rp1 triliun kepada koperasi, sementara sebagian petani tak tercantum dalam SK Bupati sebagai peserta kemitraan.

Sembilan laporan petani ke polisi belum diproses, sementara laporan dari perusahaan cepat ditindaklanjuti, menunjukkan ketimpangan penegakan hukum.

“Negara harus hadir, bukan malah membiarkan ketimpangan ini terus berlangsung,” ujar Fatrisi dalam rilis pers.

Forum Petani Plasma Buol menyerukan pembebasan Mada Yunus dan penghentian kriminalisasi terhadap petani yang memperjuangkan haknya secara damai.

Sebagai bentuk dukungan, aksi solidaritas akan digelar di depan PN Buol saat sidang berlangsung. Puluhan petani dipastikan hadir untuk mengawal proses hukum.

Kriminalisasi ini dianggap ancaman nyata bagi perlindungan hak atas tanah serta perjuangan rakyat dalam menuntut keadilan agraria yang dijamin konstitusi.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Implementasi Asta Cita Presiden, Pemkab Buol Dukung Penuh Koperasi Merah Putih di Desa
Musda VII Nasyiatul Aisyiyah Buol Digelar, Pemda Dorong Perempuan Muda Jadi Penggerak Peradaban
Aksi Mahasiswa di Gorontalo Berakhir Tegang, Dugaan Tindakan Represif APH Jadi Sorotan
Nobar “Pesta Babi” di Buol Berlangsung Aman, Peserta Soroti Ancaman Eksploitasi Tanah Adat dan Lingkungan
Pemkab Buol dan PLN Percepat Pemasangan Listrik di Desa Bukal-Mulat, Sekda: Jangan Sampai Program Dialihkan
Baru Lulus SMA? Ketua STISIPOL Buol Punya Pesan Penting untuk Masa Depanmu
Disdukcapil Buol Gandeng Swasta, Pemanfaatan KIA Kini Beri Manfaat Tambahan bagi Anak
Pemda Buol Siap Antar-Jemput 84 Jemaah Haji, Wabup Pastikan Pelayanan Maksimal

Berita Terkait

Saturday, 16 May 2026 - 13:56 WITA

Implementasi Asta Cita Presiden, Pemkab Buol Dukung Penuh Koperasi Merah Putih di Desa

Friday, 15 May 2026 - 15:44 WITA

Musda VII Nasyiatul Aisyiyah Buol Digelar, Pemda Dorong Perempuan Muda Jadi Penggerak Peradaban

Saturday, 9 May 2026 - 11:03 WITA

Aksi Mahasiswa di Gorontalo Berakhir Tegang, Dugaan Tindakan Represif APH Jadi Sorotan

Friday, 8 May 2026 - 17:18 WITA

Nobar “Pesta Babi” di Buol Berlangsung Aman, Peserta Soroti Ancaman Eksploitasi Tanah Adat dan Lingkungan

Friday, 8 May 2026 - 10:08 WITA

Pemkab Buol dan PLN Percepat Pemasangan Listrik di Desa Bukal-Mulat, Sekda: Jangan Sampai Program Dialihkan

Berita Terbaru

Uncategorized

Yusra – Dony Ikuti Peluncuran 1.061 KDMP Nasional Secara Virtual

Saturday, 16 May 2026 - 09:00 WITA

Uncategorized

Isu Polemik Lahan dan IUP PT BDL, HRD Ronal Saweho Angkat Bicara?

Friday, 15 May 2026 - 05:51 WITA