Band Sukatani Klarifikasi Lagu “Bayar Bayar Bayar”, Sampaikan Permintaan Maaf ke Kapolri

- Reporter

Friday, 21 February 2025 - 12:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KaseKabar.com – Grup musik Sukatani akhirnya memberikan klarifikasi terkait lagu kontroversial mereka yang berjudul Bayar Bayar Bayar. Dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi @sukatani.band pada (20/2), band tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolri dan institusi Polri.

 

Mohammad Syifa Lutfi, pencipta lagu, bersama vokalis Novi Citra Indriyati menjelaskan bahwa lagu tersebut tidak bermaksud menyudutkan institusi kepolisian secara keseluruhan. “Kami dari band Sukatani memohon maaf kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami yang berjudul Bayar Bayar Bayar, yang liriknya ‘bayar polisi’ telah kami nyanyikan sehingga viral,” ujar Syifa.

KONTEN IKLAN

ads

IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN

 

Syifa menambahkan bahwa lagu itu sebenarnya ditujukan untuk oknum kepolisian yang melanggar aturan. Namun, karena polemik yang terjadi, ia memutuskan untuk mencabut dan menarik kembali lagu tersebut. “Melalui pernyataan ini, saya telah mencabut dan menarik lagu ciptaan kami yang berjudul Bayar Bayar Bayar,” katanya.

 

Video klarifikasi tersebut menuai beragam tanggapan dari berbagai pihak, termasuk komedian Soleh Solihun dan Gilang Bhaskara yang memberikan dukungan moral kepada Sukatani. @solehsolihun dan @gilbhas menuliskan “tetap semangat untuk Sukatani” tulis mereka disertai emotikon api.

 

Lagu Bayar Bayar Bayar sebelumnya viral karena liriknya yang menyinggung praktik pungutan liar. Beberapa penggalan liriknya berbunyi, “Mau bikin SIM, bayar polisi. Ketilang di jalan, bayar polisi. Touring motor gede, bayar polisi.” Namun, setelah menuai kontroversi, Sukatani memutuskan untuk menarik lagu tersebut dari peredaran.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sekda Buol Tinjau Survei BMKG Pascagempa, Data Lapangan Jadi Dasar Mitigasi Bencana
BMKG Survei Wilayah Terdampak Gempa, Pemda Buol Perkuat Mitigasi dan Sistem Peringatan Dini
Bupati Buol Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada, Ikuti Informasi Resmi Pascagempa
Sekda Buol Hadiri Sertijab Pimpinan PDAM Motanang, Tekankan Peningkatan Pelayanan Air Bersih
Pemkab Buol Optimistis Sukseskan POPDA XXIV Sulteng 2026, Targetkan Prestasi dan Pelayanan Terbaik
Kejurnas Grasstrack Region 5 Sukses Digelar di Buol, Kolaborasi Pemda dan Polres Dongkrak Sport Tourism Daerah
Proyek Jalan Buol–Lakuan Rp16,8 Miliar Disorot, Dugaan Ketidaksesuaian Teknis Bermunculan, BPJN: Masih Dievaluasi
LBH Pogogul Justice Gelar Kongres Perdana, Bupati Buol Dorong Kolaborasi Bantuan Hukum

Berita Terkait

Tuesday, 14 July 2026 - 07:10 WITA

Sekda Buol Tinjau Survei BMKG Pascagempa, Data Lapangan Jadi Dasar Mitigasi Bencana

Tuesday, 14 July 2026 - 07:06 WITA

BMKG Survei Wilayah Terdampak Gempa, Pemda Buol Perkuat Mitigasi dan Sistem Peringatan Dini

Monday, 13 July 2026 - 01:41 WITA

Bupati Buol Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada, Ikuti Informasi Resmi Pascagempa

Thursday, 9 July 2026 - 17:31 WITA

Sekda Buol Hadiri Sertijab Pimpinan PDAM Motanang, Tekankan Peningkatan Pelayanan Air Bersih

Tuesday, 7 July 2026 - 07:26 WITA

Pemkab Buol Optimistis Sukseskan POPDA XXIV Sulteng 2026, Targetkan Prestasi dan Pelayanan Terbaik

Berita Terbaru